Monthly Archives: October 2015

(Alhamdulillah, Ini Hari Jum’at) Antara Cobaan dan Pasrah

Antara Cobaan dan Pasrah

Assalamu’alaikum wr. wb.

Sahabat seiman..!

Di sela-sela hiruk pikuk dan kesibukan pagi, alhamdulillah jika masih dapat kita temukan untaian hikmah. Kala getar hati begitu dahsyat tersentuh kasih sayang-Nya, terharu menatap bentangan nikmat, tersentuh saat ujian menantang. Hati bertanya cukupkah panjangnya berdiri, lamanya ruku’ dan sujud, serta telusur tilawah ayat membenteng diri, menghantarkannya pada kemenangan?

Sahabat seiman..,

Kala Allah mengatakan betapa banyak para pejuang penyerta Nabi yang tak kenal lelah, tak jemu, dan tak menyerah saat terrtimpa siksa fii sabilillah.. (Lihat Q.S. Ali Imran: 146) adakah air mata dan darah yang tertumpah karena bertahan tegar tak ingin menukar janji-Nya dengan kotoran dunia. Ataukah perih yang tak terintih, pahit yang tak terjerit, dan peluh tanpa keluh karena tak mau hina mendapat murka-Nya.

Sahabat seiman..,

Kemana malu ini hendak disembunyi, saat pengorbanan masih tersusup riya, kala perjuangan tersumbat iri dan dengki, ketika cita-cita ternodai serakah, dan tatkala prestasi merusak qona’ah membangun dinasti ponggah. Lalu cerdas menjadi picik membela diri dengan berdalih pasrah. Ya Allah, siapa diri ini sebenarnya tanpa bimbingan-Mu? Sahabat, Teruslah berjuang, selamat beraktifitas! (@_SaiBah)

Advertisements

(Alhamdulillah, Ini Hari Jum’at) Memperbaiki Kejujuran

Memperbaiki Kejujuran

Assalamu’alaikum wr. wb.

Sahabat seiman..,

Mari renungkan sejenak, saat pagi datang perut kosong keroncongan, lisan haus mengecap lezat, bayang tugas hadir memaksa tuk bergerak, itukah diantara dzikir tubuh diatas fitrah? Sungguh getarannya menuntun seseorang tuk beraktifitas. Namun siapakah yang mampu menterjemah dzikir hati dan lisan saat menyebut asma-Nya, dzikir tubuh saat ruku’ dan sujud kepada-Nya? Aktifitas apa yang dihasilkan darinya?

Sahabat seiman..,

Coba pikirkan sejenak tentang kejujuran diri yang menerima kontrak pada perusahaan, ia buktikan dengan taat pada peraturan, berjuang dan berkorban menjalankan tugas mencapai tujuan. Namun renungkanlah diri yang telah terima kontrak kehidupan, seberapa jujurkah ia buktikan? Allah ta’ala berfirman, artinya: “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang Telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya)” (Q.S. Al Ahzab: 23)

Sahabat seiman..,

Mari tingkatkan kepekaan, ada orang jujur karena terpaksa desakkan dunia, jujurnya hanya sesekali saja tergantung besarnya dunia memaksa dia. Namun adapula yang jujur karena Allah SWT, baginya jujur bukan saja kewajiban tapi juga tuntutan iman dan buah ketaqwaan. Bagaimana dengan kejujuran kita? mari perbaiki kejujuran, selamat beraktifitas! (@_SaiBah)

Be a Profesional Muslim