Monthly Archives: January 2015

(Alhamdulillah, Ini Hari Jum’at) Saatnya Giliran Kita

Saatnya Giliran Kita

Assalamu’alaikum wr. wb.

Sahabat seiman..,

Mari sejenak simak firman Allah SWT, artinya:

Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang Telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang Telah mereka kerjakan.” (Q.S. Al baqoroh: 134)

Sahabat seiman..,

Bagaimanapun kondisi kita tetaplah tersenyum, sudikah kau layangkan senyum ikhlasmu, tatap ridhomu menerima taqdir Allah SWT? Tak usah risau dengan sikap mereka yang mengganggu, tancapkan azzammu, kokohkan amalmu, sesungguhnya kemenangan telah menunggu, pertolongannya menanti jemputmu!

Sahabat seiman..,

Sejenak kita putar kilasan sejarah gemilang, ummat yang dahulu pernah mengukir kebanggaan, berjuang keluar dari keterpurukan saat lingkungan begitu kelam, berusaha menyingkap hidayah ditengah kesesatan, berupaya menata kehidupan di tengah amburadulnya budaya.. hingga Allah SWT menghantarkan mereka ke gerbang kemenangan, menyampaikan mereka ke tempat mulia, dan mengharumkan nama mereka hingga akhir masa..

Sahabat seiman..,

Disini kita masih berdiri, bukan hanya untuk terpaku, disini kita masih berpijak tak hanya untuk terbelalak.. sejarah emas itu tersingkap agar kita menjadi siap, bagi mereka apa yang telah mereka lakukan, sekarang saatnya giliran kita tuk mengambil bagian.. mari bangkitkan semangat!

Selamat beraktifitas!!

(@_SaiBah)

Be a Profesional Muslim

[categori artikel]

(Alhamdulillah, Ini Hari Jum’at) Statusisasi Aqidah

Statusisasi Aqidah

Assalamu’alaikum wr. wb.

Sahabat seiman..,
Allah Ta’ala berfirman, artinya: "katakanlah, wahai ahlal kitab marilah kita kepada kalimat yang sama antara kami dan anda untuk tidak menghamba kecuali kepada Allah, dan tidak menjadikan sebagian kita dengan yang lainnya sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah: "persaksikanlah bahwa kami muslimun" Q.S. Ali Imran: 64

Sahabat..,
Seperti embun memberikan segarnya. Semilir angin menghembuskan sejuknya. Awan menyelimuti dengan naungnya. Lalu bagaimana cara kita mempersaksikan fitrah Islam kita? Bila Islam hanya dibutuhkan di masjid saja. Tempat kerja harus hampa dengannya. Pasar seakan memadamkan cahayanya. Hiburan seolah memusuhinya. Ingatlah bagaimana dahulu Rasul menolak tawaran harta, wanita dan tahta bila harus berhenti berdakwah. Islam tak boleh dipisahkan dengan dunia.

Sahabat..,
Jika semua agama sama. Andai syurga miliki semua. Bila Islam bukan satu-satunya yang benar. Mengapa dahulu Nabi menolak tawaran kafir Quraisy untuk beribadah secara bergantian dengan mereka?

Sahabat…,
Tapi bukan berarti kita harus bermusuhan dengan mereka, bersikap kasar, tidak adil serta semena-mena. Syariat bertoleransi tetap menjadikan kita indah. Lihatlah Rasulullah sebagai teladannya.

Sahabat seiman..,
Jangan mengkotakkan keuniversalan Islam. Jangan juga mengobral keluhuran nilainya. Lantangkan ia meski dengan kalimat yang tercantum dalam identitas kita. Jangan biaskan meski lewat ucapan selamat tanpa makna. Selamat beraktifitas! @_SaiBah

(@_SaiBah)

Be a Profesional Muslim