Monthly Archives: December 2013

.:: 7 Keunikan Ka’bah ::..

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh,

.:: 7 KEUNIKAN KA’BAH ::..

1. Bentuk Kabah bukanlah kubus. Tinggi kabah kl 14m, panjang dari rukun Hajar Aswad ke rukun Yamani adalah 11,52m panjang dari rukun Yamani ke rukun Sya’mi sekitar 12,11m dari rukun Sya’mi ke rukun ‘Iraqi sekitar 11,28m

2. Kabah yang sekarang adalah kabah yang direnovasi oleh Raja Fahd Bin Abdul Aziz pada tahun 1417.

3. Kabah yang dibuat oleh Nabi Ibrahim lebih panjang daripada kabah yang kita lihat sekarang. Bahannya dari batu tingginya 9 hasta (4 12 m) panjang dari arah timur 32 hasta (16m) dari arah barat 31 hasta (15,5m) dari arah utara 20 hasta(10m) dari arah selatan 22 hasta (11m). Nabi Ibrahim tidak membuat atap kabah dan membuat pintu tanpa daun pintu sejajar dengan tanah.

4. Kiswah diganti setahun sekali. Kiswah (kain penutup kabah) kabah dibuat di Um al-Jud Mekah meliputi para penyulam ahli sebanyak 200 orang. Kiswah kabah diganti setiap tahun pada tanggal 9 Dzul Hijjah ukuran berat kiswah adalah 670 kg tebal 1,37 mm.

5. Kabah pernah berwarna merah, putih, kuning dan hijau. Pada zaman Fatimiyin kiswah Kabah berwarna putih pada Zaman Abbasiyyah kiswah kabah diganti 3x dalam setahun berwarna merah dan putih pada zaman al-Ma’mun kiswah kabah di hari tarbiyyah diganti warna merah, saat idul Fitri kiswah diganti dengan warna putih dan pada awal bulan rajab digunakan kiswah Mesir (hitam) di zaman Muhammad Subuktain berwarna kuning zamaz An-Nasir Lidinillah al –Abassyi berwarna hijau. Setelah itu kiswah kabah berwarna hitam sampai sekarang (Fatul baari 5250)

6. Kabah pernah kebanjiran. Pada tahun 1040H / 1630M terjadi banjir yang mengakibatkan rusaknya bangunan Ka’bah. Khalifah saat itu, yaitu Sultan Murad Khan Al-Utsmani, memerintahkan Ka’bah direnovasi seperti semula.

7. Pintu Ka’bah dilapisi Emas 280Kg. Menurut penulis buku "Keutamaan dan Sejarah Kota Mekkah dan Madinah", Muhammad Ilyas Abdul Ghani, kedua pintu Ka`bah dilapisi emas murni seberat 280 kg dengan rangka terbuat dari kayu al-atik. Pintu ini dibuat melalui keputusan Raja Khalid bin Abdul Aziz al Saud.

Advertisements

Alhamdulillah, Ini Hari Jum’at Follow Up Ibadah

Follow Up Ibadah

Assalamu’alaikum wr. wb.

Sahabat seiman..,

Subhanallah, mata kembali liar menatap, telinga kembali tajam mendengar, dan akal mulai lihai mengurai. Bagaimana menunai rencana, seperti apa meretas cita? Bahkan bagaimana agar hasilnya berlipat ganda, cukup dan tak habis hingga persinggahan sana.

Sahabat Seiman..,

Rasulullah Saw bersabda, artinya: "(diantara) sholat-sholat yang lima waktu, jum’at ke Jum’at, dan Ramadhan ke Ramadhan ada penghapus dosa pada antaranya, apabila dosa-dosa besar dijauhi" (H.R. Muslim dari Sabahat Abu Huroiroh) lihatlah bagaimana Rasulullah mengajarkan untuk memfollow up ibadah yang kita lakukan!

Sahabat seiman..,

Andai ibadah cukup terhenti hanya sampai pelaksanaan, mengapa pula buahnya Allah ciptakan, dan mengapa Allah wajibkan pula pengulangannya? Seperti sang pejuang, setiap pijakannya tetap membuat ia terjaga dari serangan. Dan kemenangan perjuangannya menantang ia untuk berpikir bagaimana selanjutnya?

Sahabat seiman..,

Follow Up lah hasil satu ibadah hingga menemui ibadah lainnya, jangan biarkan diri lengah, dan dosa-dosa besar memadamkan cahayanya. Jangan hentikan langkah, teruslah berpikir apa selanjutnya?

Selamat beraktifitas!

(@_SaiiBah)

Be a Profesional Muslim

Pembangunan Turap

image

Update pembangunan madjid tahap I : turap penahan longsor

Alhamdulillah, Ini Hari Jum’at Sibuk dan Cerdas

Sibuk dan Cerdas

Assalamu’alaikum wr. wb.

Sahabat seiman..,
Seperti bau bangkai yang mengusik, temukanlah aroma tak sedap kelalaian di balik segarnya pagi. Adakah istighfar yang terucap mengiringi hak ibadah yang terkurangi, atau perbaikan kesalahan dan peningkatan prestasi?

Semoga fitrah diri mengilhami tugas kita hari ini, Simaklah firman Allah berikut ini, artinya: "orang-orang Baduy yang tertinggal (tidak turut ke hudaibiyah) akan mengatakan: "harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami" mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya" (Q.S. Al Fath (48): 11)

Sahabat seiman..,
Lihatlah diri saat melakukan kelalaian, adakah alasan yang mentoleransinya, lalu menghapuskan penyesalan. Bukankah kelalaian itu akan beranak pinang kelalaian berikutnya? Demikian pula kesalahan yang dibela hanya akan melahirkan generasi kesalahan berikutnya. Jika sibuk selalu menjadi alasan tuk lalai dan luput dari bagian kebaikan, maka kapankah diri tampil menjadi pribadi unggulan?

Sahabat seiman..,
Tatkala sakit meletakkan tubuhnya dari turut serta dalam jihad, dahulu sahabat tetap mengeluarkan persiapannya untuk prajurit lainnya. Bahkan tangisan sedih menjadi bukti kejujuran atas rindu syahid di jalan-Nya yang tak terpenuhi. Bahkan berjihad kepada kedua orangtuapun menjadi alternatf kebaikan tatkala pintu jihad tertutup rapat atas dirinya.

Sahabat seiman..,
Ketahuilah, orang yang sibuk adalah yang paling pandai menyempatkan kebaikan meski dihimpit kesempitan. Dan orang yang cerdas adalah yang paling piawai membela kebenaran, walau berjuta alasan melemahkan.

Selamat beraktifitas!

(@_SaiiBah)

Be a Profesional Muslim

Taushiah Of The Day Puasa Senin Kamis

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

Salah satu puasa yang disunnahkan adalah puasa Senin dan Kamis. Keutamaannya bisa menghapus kesalahan dan meninggikan derajat, serta memang dua hari tersebut adalah saat amalan diangkat di hadapan Allah sehingga sangat baik untuk berpuasa saat itu.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 747)

Puasa Senin dan Kamis juga sering dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari Senin dan Kamis.”(HR. An Nasai no. 2362 dan Ibnu Majah no. 1739. All Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Semoga dalil-dalil di atas semakin menyemangati untuk beramal sholih dan hanya Allah yang memberi taufik.