Monthly Archives: April 2013

Alhamdulillah, Ini Hari Jum’at Amal dan Usia Manusia

Amal dan Usia Manusia

Assalamu’alaikum wr. wb.

Sahabat seiman…
Ingin rasanya menampar diri ini, mengapakah Masih termenung terpasung bingung? Ingin kuteriakan tak cukupkah tenaga yang Allah berikan di pagi ini untuk menyingkap lembaran mushaf, mengerakkan lisan hanyut dalam pujian dan harapan. Ingin kutanam azam agar menghujam membangkit kesadaran, menggelora anggota badan, berada di barisan terdepan dalam melakukan kebaikan..

Sahabat seiman…
Rasulullah Saw bersabda, yang artinya: "Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan bagus amalnya" (H.R. At Tirmidzi, derajat Hasan). Memang tak ada yang tahu akhir kehidupan, namun siapakah yang tak yakin bahwa ia begitu dekat dan singkat. Akankah membiarkan diri dalam kemaksiatan?, andai tak lama usia kita sudikah kita menjadi orang yang merugi, dan bila pun panjang usia kita terbayangkah menjadi seburuk-buruk manusia.. Ya Allah bimbing diri untuk hentikan maksiat segera!.

Sahabat seiman…
Apakah kita pikir masih lama usia kita, hingga terbuai dalam kubangan lalai menikmati santai. jika tahu kebaikan, mengapa langkah begitu lamban, apa gerangan yang menggeser bayang taman syurga nan indah, istananya yang megah lengkap dengan bidadarinya. Relakah sedikit keuntungan yang didapat lantaran secuil kesempatan yang digunakan? Ataukah kita berpangku tangan menanti saat kematian ingin mengukir husnul khotimah?

Sahabat seiman..,
Tak penting berapa usia kita, yang lebih penting seperti apa kita ingin mengukirnya. Bila berharap panjang usia, berharaplah bagus pula amalnya, karena itu sebaik-baik manusia.

Segera bergerak, selamat beraktifitas!

Saibah.

Advertisements

Doa of The Day ..::Doa Memohon Rizki yang Halal::..

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain, pen), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).

HR. Ibnu Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 54, Ibnu Majah no. 925. Syaikh ‘Abdul Qodir dan Syu’aib Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini hasan dalam tahqiq Zaadul Ma’ad 2/375.

Doa ini dianjurkan untuk dibaca tiap pagi dan petang masing-masing 3 kali

(seperti dinukil dalam Dzikir Pagi dan Petang Syaikh Said bin Wahf al-Qahthani)

Alhamdulillah, Ini Hari Jum’at Menyambut Ketenangan

Menyambut Ketenangan

Assalamu’alaikum wr. wb.

Sahabat seiman..,

Disela kesibukkan yang mulai menyerang, di belantara pikiran yang mengikis keyakinan, dan diserakkan permasalahan yang kian mengguncang mari kita sempatkan tuk bermesraan dengan Ar-Rahman..,

Dia berpesan, artinya: "Dialah yang menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin, supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang sudah ada).." (Q.S. Al Fath (48): 4)

Sahabat seiman..,

Tidakkah ketenangan itu benar-benar telah kita rasakan? Senyum manis menatap buah hati nan menyenangkan, lezat sarapan yang menambah kekuatan, ada harap yang terukir, terbingkai ikhtiyar yang tak boleh berakhir, meski baru sampai dalam pikir. Berjuta rezeki menghampiri lebih banyak yang tak tersadari. Tanyalah, darimana sumber ketenangan tersebut?

Seperti tanah gembur yang tesiram hujan, berjuta nikmat yang membasahi hati harus terolah dengan iman yang bersemayam, lalu menumbuhkan tunas iman yang akan mengembangkannya menjadi taman..

Sahabat seiman…,

Apapun aktifitasnya, serumit apapun permasalahannya, seberat apapun hambatannya, tetaplah rasakan ketenangan, biarkan iman menyambutnya, kelak ia akan menikmatinya bak candu tak ingin terpisahkan. Jadilah ia pribadi yang selalu liar mencari jalan keluar, tetap berikhtiyar menerobos belukar. Sebesar apa rindu terhadap ketenangan tergantung sebesar apa iman bersemayam.

Selamat beraktifitas! (SaiBah)

Be a Profesional Muslim

Alhamdulillah, Ini Hari Jum’at Memperbaiki Kejujuran

Memperbaiki Kejujuran

Assalamu’alaikum wr. wb.

Sahabat seiman..,
Mari renungkan sejenak, saat pagi datang perut kosong keroncongan, lisan haus mengecap lezat, bayang tugas hadir memaksa tuk bergerak, itukah diantara dzikir tubuh diatas fitrah? Sungguh getarannya menuntun seseorang tuk beraktifitas. Namun siapakah yang mampu menterjemah dzikir hati dan lisan saat menyebut asma-Nya, dzikir tubuh saat ruku’ dan sujud kepada-Nya? Aktifitas apa yang dihasilkan darinya?

Sahabat seiman..,
Coba pikirkan sejenak tentang kejujuran diri yang menerima kontrak pada perusahaan, ia buktikan dengan taat pada peraturan, berjuang dan berkorban menjalankan tugas mencapai tujuan. Namun renungkanlah diri yang telah terima kontrak kehidupan, seberapa jujurkah ia buktikan? Allah ta’ala berfirman, artinya: “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang Telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya)” (Q.S. Al Ahzab: 23)

Sahabat seiman..,
Mari tingkatkan kepekaan, ada orang jujur karena terpaksa desakkan dunia, jujurnya hanya sesekali saja tergantung besarnya dunia memaksa dia. Namun adapula yang jujur karena Allah SWT, baginya jujur bukan saja kewajiban tapi juga tuntutan iman dan buah ketaqwaan. Bagaimana dengan kejujuran kita? Mari perbaiki kejujuran, selamat beraktifitas!

selamat beraktifitas! (SaiBah)

Be a Profesional Muslim

Alhamdulillah, Ini Hari Jum’at Mengawali Kesempurnaan

Mengawali Kesempurnaan

Assalamu’alaikum wr. wb.

Sahabat seiman..,

Ada kepuasan tersendiri dari gemetar kaki saat berdiri menghadap ilahi Rabbi. Ada khusyu’ melepas rindu saat punggung terbungkuk ruku’. Ada ketenangan hati kala kening tersungkur bersimpuh dalam sujud. Kini cerah pagi menemani fitrah menghapus hampa, memanggil jiwa dan mengajaknya untuk berkelana menjemput berkah.. Allahu Akbar!

Sahabat seiman..,

Adakah yang pelit bershodaqoh di pagi ini? Berat langkah menuju masjid, sulit kata melafazh dzikir tasbih tahmid tahlil dan takbir, tertahan langkah beramar ma’ruf bernahyi munkar meski kepada orang tercinta, padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa itu semua adalah shodaqoh bagi setiap sendi tubuh kita. Dan dua raka’at dhuha kan menyempurna ikhtiyar kita. (Disarikan dari H.R. Muslim, dari Sahabat Abu Dzar)

Sahabat seiman..,

Begitulah Sang Teladan memberikan arahan menjemput kesuksesan.. Bila tak mampu kita luapkan bersihnya fitrah di pagi bagaimana mungkin kan tetap terawat hingga petang. Bila tak sanggup berderma meski dengan sekedar menunaikan kewajiban shubuh dan berdzikir lisan, bagaimana mampu waktu tenaga dan harta kita korbankan.

Jika tak bersedia beramar ma’ruf dan nahyi munkar Bagaimana dapat kita langkahkan tepat arah tujuan. Dan bila tak berkenan dua roka’at dhuha menyempurnakan, kan sulit tugas dan kewajiban kita tuntaskan.

selamat beraktifitas! (SaiBah)

Be a Profesional Muslim