Monthly Archives: December 2011

dokumentasi 15 muharram 1433H

mau lihat serunya farming with abi & umi? langsung aja lihat dokumentasinya berikut:

sampai jumpa dalam acara acara selanjutnya:

DKM Ar Rahman
Perum Serpong Green Park
Jl. palapa – sarua
tangerang selatan

Sudahkah Kita Menjadi Orang Tua yang Baik ?

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

 

 

 

Sejatinya semua orangtua adalah pendidik bagi anak-anaknya .

Dan seorang pendidik hendaklah mempunyai sifat –sifat seperti yang diajarkan oleh teladan kita Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam sebagai berikut:

 

PEMAAF DAN MURAH HATI.

Seorang pendidik harus menjadi pemaaf dan murah hati atas apapun yang dilakukan oleh seorang anak. Maka hendaklah menjadi seorang pemaaf dan jangan memberi sanksi kepada anak dalam keadaan marah. Berinteraksi dengan anak penuh kasih sayang dan kelembutan. Terimalah apa adanya tidak menuntut yang paling ideal. Luruskan tingkah lakunya, perbaikilah dan didiklah dengan etika dan adab yang baik.

Dari Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah bersabda kepada Abdul Qais. “Sesungguhnya pada dirimu terdapat dua sifat yang dicintai Allah, Al Hilm (pemaaf) dan Anah (murah hati). (HR. Muslim, Abu Dawud)

 

LEMAH LEMBUT DAN MENJAUHI DARI SIFAT KASAR DALAM BERMUAMALAH/BERGAUL DENGAN ANAK

Dari Aisyah bahwa Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Jika Allah menghendaki suatu keluarga kebaikan maka Allah memasukkan kepada mereka sikap lemah lembut. (HR. Ahmad)

Dari Abu Hurairah berkata bahwa kami pernah shalat bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat Isya’ dan ketika Beliau sujud, Hasan dan Husain melompat ke atas punggungnya. Ketika Beliau bangkit dari sujud Beliau mengambil keduanya lalu diletakkan dengan pelan-pelan, dan bila Beliau sujud keduanya kembali naik ke punggungnya. Dan ketika Beliau shalat keduanya dipisah tempat sebagian di letakkan pada suatu tempat dan yang lain pada tempat yang lain, lalu aku datang kepada Beliau,” Wahai Rasulullah, boleh tidak aku membawa keduanya kepada ibunya?” Beliau bersabda,” Jangan”. Tapi ketika cahaya bersinar (hari sudah terang) maka Beliau bersabda,” Bawalah keduanya untuk menemui ibunya”. Maka keduanya berjalan di tengah terangnya sinar hingga masuk rumah. (HR. Ahmad, Thabrani)

 

PENYAYANG
Sifat penyayang harus dimiliki oleh setiap pendidik yang menginginkan keberhasilan dalam mendidik anak

Dari Anas bin Malik bahwa Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Bukan termasuk golonganku, orang yang tidak sayang kepada yang kecil dan tidak menghormati orang yang besar. (HR. Tirmidzi)

BERSIKAP ADIL DAN TIDAK PILIH KASIH

Adil dalam mendidik anak merupakan pilar utama pendidikan dalam islam yang utama. Karena langit dan bumi tegak hanya di atas keadilan. Hendaknya orang tua bersikap adil dan tidak mengutamakan satu dengan yang lainnya di antara putera-puterinya baik dalam masalah materi seperti pemberian, hadiah atau dalam masalah non materi seperti kasih sayang, perhatian dan kecintaan. Perasaan cinta secara adil antara anak akan menciptakan kehidupan saling tolong menolong serta perhatian kepada orang lain, sehingga anak akan tumbuh besar jauh dari sikap egoisme, ananiyah dan senang menyendiri serta merasa paling hebat di antara yang lain. Bahkan anak tumbuh besar membawa kebiasaan gemar mengutamakan orang lain dan tidak suka menciptakan pertengkaran di antara teman-teman dan saudaranya hanya karena masalah sepele. Maka bersikap adil dan tidak pilih kasih merupakan akhlak mulia yang diperlukan dalam segala urusan.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang laki-laki yang berada di depan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu puteranya datang kepadanya, kemudian ia menciumnya dan mendudukkan di samping kanannya, kemudian datang puterinya lalu ia dudukkan di hadapannya maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihin wa sallam bersabda,”Kenapa engkau tidak menyamakan antara keduanya?

Dari Nu’man bin Basyir Radhiyallahu ‘anhu bahwa bapaknya datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama anaknya lalu ia berkata,” Saya memberi anakku ini suatu pemberian”. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,” Apakah engkau memberikan kepada setiap anakmu seperti itu? Ia menjawab:,”Tidak”. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Minta kembali pemberian itu dan bertakwalah kepada Allah dan bersikaplah adil antara anakmu”.

 

 

Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk selalu mengikuti teladan Rasul-Nya dan menganugerahi kita dengan anak-anak yang sholeh. Amin..Ya Robbal Alamin….

Pengorbanan Sekedarnya

Assalamu’alaikum wr. wb.

 

Sahabat seiman…,

Sahabat seiman, singkaplah tirai hati agar cahaya pagi masuk menerangi, biarkan bersih udaranya menggantikan udara kotor yang menempati, hiasilah dengan beberapa ayat, benahi diri agar fitrah kembali menguat, semoga dapat memberi kekuatan tuk berjuang menjalani hari…

 

 

Sahabat seiman…,

Pernahkah anda melihat pohon yang berbuah baik namun akarnya buruk?  lihatlah orang yang beribadah hanya sekedarnya, sholat sekedar menunaikan kewajiban, tak terpikir melengkapinya dengan yang sunnah, waktunya pun sekedar yang tersisa, rukun syarat serta keilmuannya pun sekedar yang terlihat, apalagi menangkap hikmahnya, lalu ia berusaha menjadi seorang professional yang baik?


 

Sahabat seiman,

Buah tak akan jauh dari pohonnya, dan pohon tak jauh beda dengan akarnya, demikian pula sikap seseorang adalah pancaran dari keyakinannya. Percayakah anda orang macam ini akan loyal dengan pekerjaannya? Akan memberikan prestasi terbaiknya? Sungguh betapapun terlihat hebat kemampuannya, sebenarnya ia hanya akan memberikan untuk kebaikan sekedarnya saja.


 

Sahabat seiman,

Sahabat, mengapa tidak memperbaiki akar untuk menghasilkan buah yang baik? Mengapa memaksakan profesionalisme yang tinggi tanpa memperhatikan iman? Jika kita mengaku telah memperbaiki iman, sekarang buktikanlah dalam amalan! Sungguh, buah yang baik terlahir dari pohon yang akarnya baik. (SaiBah)

(disarikan dari Q.S. Ibrahim: 24-25)