Monthly Archives: November 2011

Kegiatan Tahun Baru Hijriah 1433H

Tak terasa sebentar lagi tahun baru hijriah yang ke 1433. DKM Ar Rahman di serpong green park akan mengadakan beberapa kegiatan antara lain:

1. Kajian shubuh dengan tema Be motivated be pure yang di bawakan oleh Ust. Widadi Muslim, M.pd

2. Bazar by SGP Community

3. Bekam massal

ayo datang dan ikutin semua acaranya….

Dokumentasi Idul Qurban 1432H

Berikut ini adalah dokumentasi idul adha 1432H di perum serpong green park. terima kasih pada shohibul qurban yang telah berpartisipasi dalam program Qurban for Life. sampai ketemu dalam kegiantan – kegiatan yang lain..

 

kegitan selanjutnya adalah Menyambut tahun baru hijriah 1433H

Happy New Year

Ikhlashkan Senyummu

Assalamu’alaikum wr. wb.

 

Dalam surat al-An’aam terdapat tiga ayat yang secara rinci dan gamblang mengurai tentang sepuluh hal yang merupakan wasiat yang menjadi titik temu dan titik kesepakatan semua syariah samawiyah dan diserukan oleh semua agama monotheis, karena dia menjadi jaminan akan kebahagiaan ummat manusia. Ayat itu adalah :

“Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.” Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).”

(Al-An’am : 151)

“Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah[520]. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat. “

(Al-An’am : 152)

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.“

(Al-An’am : 153)

[ Taushiah of The Day ] Hari Tasyrik

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

Hari tasyrik adalah tanggal 11, 12 dan 13 bulan Zulhijjah.

Pada tiga hari itu umat Islam masih dalam suasana perayaan hari Raya Idul Adha
sehingga masih diharamkan untuk berpuasa.

Namun sebagian pendapat mengatakan bahwa hukumnya makruh, bukan haram.
Apalagi mengingat masih ada kemungkinan orang yang tidak mampu membayar
dam haji untuk puasa 3 hari selama dalam ibadah haji.

Sesunggunya hari itu (tsyarik) adalah hari makan, minum dan zikrullah (HR Muslim).

Telah menceritakan kepada kami Hannad telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Musa bin Ali dari Ayahnya dari ‘Uqbah bin Amir berkata  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Hari Arafah, Idul Adlha dan Hari-Hari Tasyriq merupakan hari raya kami sebagai kaum muslimin yaitu hari makan dan minum”. (HR Muslim)

Hadits semakna diriwayatkan dari ‘Ali, Sa’ad, Abu Hurairah, Jabir, Nubaisyah, Bisyr bin Suhaim, Abdullah bin Hudzafah, Anas, Hamzah bin Amr As Sulami, Ka’ab bin Malik, ‘A`isyah,  Amr bin Al Ash dan Abdullah bin Amr. Abu Isa berkata “Hadits Uqbah bin Amir merupakan hadits hasan shahih dan diamalkan oleh para ulama,
mereka sangat membenci puasa pada Hari-Hari Tasyriq.

Ada sekelompok sahabat dan yang lain, memberi keringanan bagi yang berhaji tamattu’, jika tidak mendapatkan hewan sembelihan dan tidak sempat untuk berpuasa pada hari tasyrik pertama bulan DzulHijjah.

Note : tanggal 11 – 13 Dzulhijjah jatuh pada Senin-Rabu ini (7,8,9 November 2011), dan kita  dilarang berpuasa di hari-hari Tasyrik ini

[Taushiah of The Day] Larangan Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berkurban

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu ‘Anha

bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ

“Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban,

maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya”.

[HR. Muslim juz 3, hal. 1565]

Firman Allah:

وَلَا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ

 “… dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan…”. [al-Baqarah : 196]

Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.

Ada ulama yang mengatakan bahwa hikmah dari larangan ini adalah agar tasyabbuh (menyerupai) orang yang muhrim (berihrom). Namun hikmah ini dianggap kurang tepat menurut ulama Syafi’iyah karena orang yang berqurban beda dengan yang muhrim. Orang berqurban masih boleh mendekati istrinya dan masih diperbolehkan menggunakan harum-haruman, pakaian berjahit dan selain itu, berbeda halnya orang yang muhrim.